Life Story
Seorang anak perempuan lahir di sebuah kampung dari keluarga yang sederhan dan hidup berkecukupan ,Bapanya hanya seorang sopir,buruh dan sekaligus petani sedangkan sang Ibu hanya sekedar ibu rumah tangga ..sosok permpuan yang penuh dengan keceriaan dan kebahagiaan yang nampak di wajah nya yang mungil dan bulat berbadan gendut berambut panjang berkulit coklat sawo matang dan agak sedikit tomboy bisa kalian bayangkan karena di kampungnya tidak memiliki teman perempuan sebaya dirinya alhasil dia bermain dengan kawan laki laki hingga membuat dia berprilaku seperti laki laki seperti main layang layangan , main kelereng , main bola ,main mobil mobilan mencari belut di sawah dll yang dilakukan laki laki dan berpakaian seperti laki laki tak suka memakai rok atau apaun itu yang berbau perempuan apa lagi waran merah jambu (pink) anti sekali sehingga membuat sang Bapak harus ekstra menjaga anak permpuan nya karena dia selalu pulang tepat saat adzan magrib berkumandang alhasil dia mendapat jepretan tiga buah sapu lidi di betis nya sehingga menyisakan garis warna merah bisa kalian bayangkan betapa sakit dan perih nya tapi itu tidak pernah membuat dirinya merasa kapok karena di dalam otak nya hanya ada pikiran bermain bermain makan dan tidur saja tiada pernah sedikit pun masa depan maklum anak kampung dan setiap hari nya selalu di hiasi dengan kebahgiaan dan keceriaan tak lupa dia juga seorang perempuaan yang giat belajar dan mengaji di masjid dekat rumahnya kira kira hanya berjarak 5meter dari rumah nya di usia 6 tahun kelas satu Tk saat itu pula ibunya mengandung adik nya dia menolak karena takut kasih sayang ibu dak bapak nya terbagi maklum pikiran anak kecil ketika dia kelas 1 SD lahir lah sang adik semua berjalan seperti biasa ...
Namun hal yang tak di inginkan datang menimpa permpuan kecil itu karena harus menrima takdir yang sangat pahit untuk anak perempuan kecil berumur 8 tahun ia harus menerima keadaan bahwa ibu dan bapak nya cerai membuat dia dan adiknya yang berumur 1 tahun 5 bulan menjadi korban sehingga ia hidup bersama sang bapak ia harus mulai mandiri di usia nya yang masih kecil sekaligus menjaga adiknya yang masih kecil tapi itu semua tidak membuat dirinya menjadi broken home karena di seorang anak perempuan yang ceria
Komentar
Posting Komentar